JAKARTA, KOMPAS.com — Tentara Nasional Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di perairan Ambalat, Kalimantan Timur, menyusul pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), beberapa waktu silam.1908423p

“Kami akan tingkatkan kewaspadaan,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (31/5).

Djoko Santoso mengatakan, TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia telah memiliki prosedur bersama untuk pengamanan perbatasan laut kedua negara. Namun, masih kerap terjadi pelanggaran karena adanya daerah di Ambalat yang masih menjadi sengketa di antara dua negara.

“Namun, yang jelas, kami akan tetap mengawal perbatasan di sepanjang garis batas martitim RI-Malaysia dan untuk penyelesaian sengketa kami serahkan kepada pemerintah kedua pihak untuk menyelesaikannya secara diplomatis,” katanya.Djoko mengatakan, setiap perkembangan yang terjadi di perairan Ambalat telah dilaporkan kepada Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Departemen Pertahanan, serta Departemen Luar Negeri.
Awal pekan lalu, Kapal perang TNI AL KRI Untung Surapati-872 mengusir kapal perang TLDM, KD Yu-3508, yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia di perairan Blok Ambalat.

Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509, heli Malaysian Maritime Enforcement Agency, dan pesawat Beechraft yang juga mencoba memasuki wilayah Blok Ambalat.

Berdasarkan data TNI AL, pelanggaran wilayah oleh unsur laut dan udara TLDM ataupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur, khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya, periode Januari sampai April 2009, tercatat sembilan kali.

Untuk mengamankan wilayah Ambalat, TNI AL telah menyiagakan enam kapal perang dan unsur intai udara.