BANGKALAN-Dishubkominfo menindak tegas bus angkutan kota dalam provinsi (AKAP) yang masuk jalur akses Suramadu. Kemarin puluhan bus AKAP ditilang di pintu masuk akses di Jalan Raya Tangkel. Sejak beberapa hari sebelumnya dishubkominfo telah sosialisasi larangan bus lewat Suramadu.

Tindakan tilang diberlakukan mulai kemarin. Mayoritas bus yang kena tilang adalah PO Akas. Sebab, mereka menyalahi izin trayek. Seharusnya bus melayani jurusan Sumenep-Pamekasan-Sampang-Bangkalan-Kamal-Surabaya. Namun, dengan dibukanya Jembatan Suramadu, mereka tidak melewati jalur Bangkalan dan Kamal dan langsung masuk jalur akses Suramadu.

“Ini kan sudah tidak benar. Walaupun mereka beralasan lebih efektif dan efisien, namun aturan harus dipatuhi,” ujar Kepala Dishubkominfo Bangkalan Syaiful Jamal.

Menurut Ipung-sapaan akrabnya, tindakan tegas diambil karena sopir bus AKAP tidak mengindahkan pemberitahuan. Bahkan, beberapa sopir bus yang ditilang ada sopir yang sehari sebelumnya menyetujui pernyataan tidak akan melanggar izin trayek lagi.

“Sosialisasi sudah. Peringatan sudah kami lakukan. Kalau mereka tetap mokong, ditilang saja. Mereka jelas melanggar UU 14/1992 tentang Lalulintas,” terangnya.

Koran ini yang kemarin siang berada di posko Dishubkominfo dan Polres Bangkalan di Jalan Raya Tangkel, Kecamatan Burneh, mencatat, dalam satu jam empat bus kena tilang. Mereka memaksa masuk ke jalan akses Suramadu dengan membelokkan arah setelah menempuh perjalanan dari Sumenep. Padahal, semestinya bus meluncur lurus masuk ke Terminal Bangkalan dan melanjutkan perjalanan ke arah Kamal dan menyeberang dengan feri ke Ujung, Surabaya.

Menariknya, protes keras tidak hanya disampaikan sopir bus AKAP. Beberapa penumpang bus juga ikut turun melabrak petugas yang menilang. Para sopir mencoba memelas untuk meminta keringanan dari petugas agar tidak ditilang. Sedangkan para penumpang ngomel gara-gara dilarang melintas melewati jembatan Suramadu.

“Tadi kernetnya janji lewat Suramadu. Pokoknya bus ini harus lewat Suramadu. Saya tidak mau naik kapal,” ujar seorang ibu di hadapan petugas.

Namun, petugas bergeming. Mereka menyarankan pihak PO bus AKAP segera mengajukan perubahan izin trayek bila ingin melintasi jembatan Suramadu. (ale/mat)
SUMBER : http://jawapos.com