d
Liputan6.com, New Delhi: Pesawat antariksa India, Chandrayaan-1 berhasil menemukan air di permukaan bulan. Ini merupakan kejutan karena India baru pertama kali mengirimkan misinya ke bulan. Kepala Badan Antariksa India, Madhavan Nair, pada Jumat (25/9) mengatakan, data yang berhasil dikumpulkan Chandrayaan-1 sangat mengagumkan. Namun butuh waktu sekitar enam bulan hingga tiga tahun untuk menganalisanya.

Chandrayaan-1 telah mengorbit di bulan sejak Oktober tahun lalu. Pesawat ini dilengkapi dengan sensor pencari air yang disebut moon impact probe. Nair meyakini, air terbentuk di kutub dengan bantuan angin di bulan. Dalam laporan yang diterbitkan di Science Journal, Nair menduga air kemungkinan bergerak dalam bentuk partikel kemudian membentuk dan menyatu dengan debu-debu di permukaan bulan.

Hasil temuan tersebut diperkuat oleh pernyataan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, yang juga memasang instrumen di Chandrayaan-1. Temuan ini nantinya menjadi terobosan baru dalam misi penelitian dan eksplorasi ke bulan berikutnya.(TES/LUC)