a.tset
Liputan6.com, Padang: Tak terbayangkan penderitaan para korban gempa di Sumatra Barat. Selain harus menahan rasa sakit, mereka juga harus menjalani pengobatan di tenda darurat. Semua akibat keterbatasan tempat untuk merawat pasien yang lebih dari seratusan jiwa itu. Namun kini, warga dapat lebih tenang. Pihak Rumah Sakit Muhammad Djamil, Padang, sudah memindahkan pasien ke ruang perawatan, Senin (5/10).

Dira, salah satu karyawan Suzuki Finance Sawahan Padang bersyukur bisa selamat walau tulang tangannya patah. Ia juga sudah dirawat dengan selayaknya. Namun nasib dua temannya yang kala itu menyelamatkan diri bersamanya tewas tertimpa bangunan.

Kondisi serupa dialami seorang pegawai pemerintah Kota Padang yang kaki kanannya terpaksa diamputasi. Ia tertimpa dinding beton kantornya yang roboh. Bayangan akan masa depan suram pun membuat pria bernama Yopi itu trauma berat.

Ini hanya sebagian dari cerita sedih akibat gempa Sumbar. Ratusan korban lain yang terluka masih dirawat di rumah sakit tersebut dan menyimpan kepedihan mendalam.

Sementara itu, anak-anak korban gempa mulai menunjukkan penurunan kondisi kesehatan. Banyak dari mereka yang mengeluh demam, batuk, serta diare. Hal tersebut akibat mereka tidur di tenda-tenda darurat dan tidak mengonsumsi air bersih. Tak ayal, antrean di posko pengobatan gratis di kawasan Jalan Niaga, Padang Selatan, pun ramai oleh warga warga.

Guna mencegah penyebaran penyakit, Dinas Kesehatan Sumbar sejak kemarin melakukan penyemprotan, penyuntikan antitetanus, dan membagikan masker kepada warga. Simak berita selengkapnya di video.(OMI/LUC)