Tayang Rabu, 11 November 2009 pukul 16:30 WIB di Indosiar

Dikutip dari http://www.indosiar.com/sinopsis/82917/the-great-queen-seon-deok-episode-3

[Tersedia online: Selasa, 10 November 2009]

Wajah Raja Jinpyeong langsung pucat saat pintu tempatnya bersemanyam digedor, namun ternyata yang ada di luar adalah Munno. Begitu Seol-won (Jun Noh-min) dan pasukannya tiba, ia melihat Munno (Jung Ho-bin) muncul sambil menggendong sesuatu. Tanpa pikir panjang, sang jendral langsung memerintahkan para prajurit untuk meringkus Munno.

Saat Munno lengah, Seol-won mengarahkan panahnya ke pria itu, yang kemudian menjatuhkan benda yang terus digendongnya. Ternyata, Munno hanya menjadi pancingan karena bayi yang sebenarnya berada ditangan Sohwa (Seo Young-hee). Dengan cerdik, dayang itu mampu mengelabuhi para penjaga.

Tak lama kemudian setelah Sohwa lolos, secara kebetulan Mishil (Go Hyeon-jeong) dan rombongannya melewati para penjaga tersebut yang tengah asyik bergosip, dan mulai curiga kalau ada sesuatu yang tidak beres. Kekuatirannya makin menjadi setelah menerima surat dari Munno, yang berhasil kabur.

Dalam suratnya, Munno menjelaskan ramalan kedua yang berhasil dipecahkannya : saat jumlah gugus bintang utara bertambah satu, maka disaat itulah lahir orang yang kelak mampu menghadapi Mishil. Saat melihat keatas, Mishil terkejut melihat gugus bintang utara berjumlah delapan.

Dengan wajah dingin, Mishil menghunus pedang dan langsung membantai prajurit yang lalai sehingga mengakibatkan Sohwa dan bayi kedua Raja Jinpyeong lolos. Setelah itu, ia memerintahkan hwarang kepercayaannya Chilseok (Ahn Kil-kang) untuk meringkus Sohwa dan sang bayi dengan segala cara.

Ditemani beberapa prajurit, Chilseok berhasil mengejar Sohwa dan bayinya hingga ke sebuah gua. Untuk membuat Sohwa keluar, Chilseok sengaja membakar ranting-ranting di depan gua. Dalam keadaan terdesak, Munno muncul sebagai penyelamat dan berhasil menyelamatkan Sohwa serta bayi kedua Raja Jinpyeong.

15 tahun berlalu, Chilseok yang terus melakukan pengejaran terdampar di sebuah gurun yang berada di wilayah China dengan ditemani seorang gadis remaja. Berkat bantuan Deokman (Nam Ji-hyun), nama gadis itu, Chilseok akhirnya sampai ke sebuah desa yang terletak di tengah gurun.

Di desa tersebut, ibu Deokman ternyata memiliki sebuah kedai penginapan yang berisi orang-orang dari berbagai bangsa. Karena itu, tidak mengherankan kalau Deokman menguasai banyak bahasa. Bahkan, salah satu sahabat baiknya Cartan adalah pedagang yang berasal dari Eropa.

Bukan cuma jago bahasa, Deokman yang lama hidup di daerah terpencil begitu haus akan pengetahuan, gadis remaja itu bahkan menyimpan dan menerjemahkan buku-buku berbahasa asing yang diberikan oleh Cartan.

Sementara itu, ibu Deokman yang tidak lain adalah Sohwa sangat kaget ketika Chilseok yang diantarkan ke kamar mengajaknya berbicara dalam bahasa Gyerim (Korea). Gerak-gerik wanita itu yang terlihat ketakutan mulai membuat Chilseok curiga.

Ditengah masalah yang melanda, dimana gubernur daerah setempat melarang penjualan teh diantara para pedagang, Deokman dengan antusias menceritakan pada Sohwa soal Chilseok tanpa sadar kalau dirinyalah yang selama ini dicari salah satu prajurit hwarang terbaik itu.

Di Shilla, Mishil dikejutkan oleh kemunculan Seolwon yang datang terburu-buru. Rupanya, Seolwon mengabarkan kalau Ratu Maya (Yoon Yo-suk) kembali kehilangan putranya secara tragis. Terus menyalahkan diri sendiri, Ratu Maya sampai harus ditenangkan oleh Raja Jinpyeong (Jo Min-ki).

Diam-diam, masih ada satu orang lagi yang merasa dirinya sebagai penyebab kematian tiga pangeran putra Raja Jinpyeong : Putri Cheonmyeong (Shin Se-kyung). Teringat akan ucapan Mishil beberapa tahun sebelumnya, sang putri nekat mendatangi wanita penuh tipu-muslihat itu.