Hidup menunggu mati
Hidup memang menunggu mati
Tapi.. tidak sekedar menunggu
Banyak Ruang yang bisa diwarnai
Banyak Sudut yang bisa Terangi
Banyak pula kewajiban yang harus di jalani.
Hidup emang menunggu mati…
Mati dan menunggu di hidupkan lagi

Perbedaan
Biarlah perbedaan begini ada nya
Biarlah perbedaan kita
Biarlah perbedaan menghiasi kita
Biarkan saja ….

luka mengangah lagi
nanah dan darah menggumpal lagi
seakan akan mengeras padat
bintang-bintang malam hias
hilang di telan gumpal awan yang menanah darah
tak tau nanah darah siapa
doping telah habis dimakan nyeri perih..
tinggal……..

malam dingin tetaplah temani ku
hati yang sedang gunda merindu
seiring lantun nada-nada sendu
dening datar malam serasa ikut
lantun naik turun nada mengatur
hayal ku….
bibir tergetar ucap kata lentunkan syair rindu
tengan goreskan titik-titik kaku
hingga jadi kata berarti

sair, nada sendu, rindu, sahdu
ingin ku gores menjadi tulisan
usai sudah cerah lalu
matikan nyawa di lengan tinggal…..
luka bekas, yang sudah tak bernanah darah
haruskah ada luka bernanah darah
buat jadi tinta yang nodai putih suci kertas
atau harus ada putih suci kertas
diantara tinta nanah darah
yang tak nampak besemu di diri

jalan ada masing-masing
cabang berpisah
bertemu pasti dicabang lain
sejenak saja
sabar menunggu depak langkah
jangan berhenti
ini jalan anggap tak ber ujung kawan
tapi harus tetep ingat jalan juga ada batasnya

gelisah hati penuh tanya
gerangan apa terjadi pada sosok disana?
Sembunyi luka hina ?
Atau hanya gelisah didada, resah…
Rasa batu keras menduri
Hanya tahan tanya di diri
Kalah kan mata yang hendak terpejam
Terjaga ….
Hanya sadar diri ini
Everything be just fine
Just think with positive
Then hope it’s be better

Aku hampir lupa akan surga dan neraka
Tertutup oleh kelam-kelamnya
Hingga ku lupa bagaiamana hidup sebenarnya
Cinta, harga, membalut tipis indahnya
Bercampur kelam kelamnya
Sayup ku dengar
Dunia ini persinggahan sementara
Tapi ini terlalu nyata untuk di sebut sementara
Hingga sulit untuk ku temu
Hambar melayagn kala ku lupa
Tak kuasa dimana, dan bagaimana seharusnya
Hidup ini merajut dari jaum benang naik turun

ANGKUH
Kini masa ku
Ingat tiap angkuh-angkuhku
Tiap-tiap langkah itu
Dari jalan-jalan lalu

Terus menderu gemuruh
Pikuk otakku penuh
Riuh…

Kini masa ku berlalu
Langkah.. coba ku tekuk lurus
Angkuh.. coba ku bakar hangus

  • ****************************

LIAR
nakal-nakalnya kaum muda..
gila-gilanya dimabuk cinta..
liar tingkahnya kaum wanita..
bringas jadinya dibuat kaum pria..

riang asik main gila..
acuh apa tiap siapa..
oh.. betapa indahnya ini dunia
apa aku yang gila..

rayu manis moncong buaya..
jantan-betina sama saja..
senyum bengis.. pacing liar dari bara..

  • ****************************

wahai garuda
==========================
aku harap ini cuma mimpi
negeri ku sedang teriris peri
wahai engaku ibu pertiwi..
jangan lah kau terus bersedih

dulu aungan kita terdengar seasia raya..
dulu bersatu perang melawan penjajah
kini sangsaka pun enggan berkibar..
garuda tetap saja diam berpaling muka..
acuh..

wahai engkau garuda..
awasi, tatap, ratap tiap mereka..
dengan sorot mata tajam menghujam
marah.. marahlah.. lihat mereka..

yang merampas hak yang bukan haknya..
yang tak tegas cuman becus berkoar di balik meja..
yang nakal dan jail di balik korpri, seragam dan safari
hardik dan tegak hukum yang mulai lemah gemulai menari

dan pada kami yang sudah enggan hiraukan mu
dan pada kami yang lihai percuma membuang waktu
hardiklah kami yang enggan membangun dan menjaga mu
tamparla aku.. agar cepat bangun dari mimpi kelabu..

bnue
150808

4 Tanggapan to “KUMPULAN PUISI”

  1. Hotimatul Hoir Says:

    duh………….. jadi puitis banget skrng

    1. luqman96 Says:

      pdahal puisi temn
      xixixixixixixxi

  2. Andrik Says:

    Salam Persaudaraan Setia Hati Terate Ponorogo 1922

  3. suliwa Says:

    puisinya tak lengkap!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s