Laporan ini atas bimbingan:

  • Bpk Ardik Wijayanto, S.T, MT (Dosen PENS ITS Surabaya )
  • Bpk.A’ang Rahardyan W., ST (Dosen VEDC Malang)

serta sudah di uji pada tanggal 28 Juli 2010 jam 13.00 – 16.25 oleh :

  • 2 dosen PENS ITS  : Bpk. Agus Indra G., ST., MSc dan Bpk. Didik Setyo Purnomo, ST., MT
  • 1 dosen VEDC Malang : Drs. Hendro Hermanto, MT.

Bagi para pembaca diharapkan untuk tidak merubah isi dari file ini demi berjalannya ilmu dan silahkan download laporan ini “GRATIS” semoga bermanfaat. amien

penulis juga berterimakasih kpd para pembimbing yang telah sabar membimbing dan memberi kesempatan penulis untuk maju disidang sesuai dengan jadwal, kemudian para penguji yang telah baik mau meloloskan dan meluluskan penulis. terimakasih atas waktu dan ilmunya.

untuk video : ‘kalau mau di download‘ harap setelah di download ektensinya dirubah dari “ppt” menjadi “mpg“. semoga bermanfaat

silahkan  download : “ krupuk_VS_tempe

ABSTRAK

Mesin pengiris kerupuk udang yang dibuat penulis ini dirancang otomatis dan sesimpel mungkin untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikannya. Serta dirancang sesuai kebutuhan berdasarhan dari hasil obserfasi. Mesin ini dilengkapi dengan chip yang disebut mikrokontroler Atmega 16 sebagai otaknya dan keypad sebagai alat komunikasi operator kepada mesin, serta LCD untuk memberi informasi kepada operator tentang proses pengirisan mesin. Kemudian motor DC 24V 1,5A dipilih sebagai motor penggerak pisau pengiris dan motor DC 22V 1,5A sebagai motor pendorong dodolan kerupuk. Namun dalam proses peletakan dodolan kerupuk masih dilakukan dengan manual.

Kata Kunci: Mikrokontroler, Keypad, LCD,  eror,

BAB I

PEDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Berangkat dari permintaan Lurah desa Kwanyar dan UD. Lisa Chayank didaerah asal penulis yaitu Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan yang sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan dan pembuat kerupuk udang dari hasil tangkapannya. Selama ini para pembuat kerupuk ini masih menggunakan cara manual yaitu mengiris kerupuk tersebut menggunakan pisau. Terkadang para pembuat kerupuk ini sering kewalahan karena

01 BAB I PENDAHULUAN(REVISI)OK

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Kerupuk Udang

Kecamatan Kwanyar kabupaten Bangakalan adalah daerah home industry krupuk udang dari hasil tangkapan nelayan setempat. Dimana krupuk ini menjadi makanan khas Kwanyar, serta terkenal mahalnya bagi orang-orang setempat.

Selama ini pengirisan krupuk ini masih menggunkan tangan, karena memang belum ada mesin yang dinilai pas dengan profil kerupuk udang ini. Dimana pengirisan ini sangat membutuhkan waktu panjang dan SDM khusus. Hal inilah yang membuat harga kerupuk ini mahal, karena masih dipotong biaya operasional rental SDM pengirisan. Minimnya SDM tadi membuat kerupuk udang ini kehabisan stok dipasaran dan tidak jarang harganya menjadi naik, namun demikian krupuk ini tetap diincar bagi orang-orang yang akan pergi keluar Kwanyar dan bagi para pendatang.

02 BAB II KAJIAN PUSTAKA(REVISI)OK

BAB III

PERANCANGAN ALAT

Tuagas akhir ini dirancang untuk membantu dan memepermudah para pemilik home industry kerupuk udang khususnya di kecamatan Kwanyar daerah asal penulis agar hasil produksinya lebih meningkat dan menstabilkan harga kerupuk dipasaran.

Pada bab ini akan dijelaskan tentang perancangan pembuatan mesin pengiris kerupuk udang otomatis yang diangkat sebagai Proyek Akhir penulis. Mesin ini dikontrol oleh mikrokontroler ATmega 16 yang meliputi perancangan sistem, perangkat keras dan perangkat lunaknya

3.1 Perencanaan Sistem

Blok diagram sistem dari mesin pengiris kerupuk ini terdiri dari mikrokntroler, driver motor DC, rangkaian sensor dan plant dari sistem berupa motor DC. Gambar blok diagram sistem pada proyek akhir ini  dapat dilihat pada gambar 3.1.

03 BAB III PERANCANGAN(REVISI)OK

BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

Pengujian hardware bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem yang telah dirancang berjalan sesuai dengan perencanaan dan analisa. Pada bab ini akan dibahas secara keseluruhan tahap-tahap dari pengujian hardware yang telah terintegrasi menjadi satu sistem kontrol.

Dalam pengukuran hardware pada proyek akhir ini penulis sudah menganggap rangkaian sudah dalam keadaan layak untuk digunakan sehingga dalam pengujuian yang dilaporkan dan ditulis dalam laporan ini hanya meliputi :

  1. Rangkaian Driver motor 1 arah dan 2 arah
  2. Pengujian Alat keseluruhan

Setelah mesin dan rancangan sudah selesai semua maka dilakukan pengujian driver dan alat secara keseluruhan, gabar mekanik keseluruhan bisa dilihat pada gambar 4.1.
BAB IV PENGUJIAN(REVISI)OK

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari rangkaian kegiatan proyek akhir yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a)       Desain mesin pengiris kerupuk udang otomatis ini dibuat sesimpel mungkin dan didesain dengan dibuat rendah dengan tinggi 72 x 42 x 40cm agar operator bisa mengoperasikannya sambil duduk kursi. Desain mesin seperti ini belum ada dipasar. Dalam merancang mesin ini diperlukan pegetahuan ilmu mekanik agar tidak terjadi kesalahan seperti yang dialami teman-teman lainnya.

b)       Untuk mendapatkan kecepatan putaran motor DC agar lebih maksimal kerjanya maka diperlukan try and error. Dengan mencoba disetiap putaran motor, maka akan diperoleh data disetiap percobaan yang nantinya bisa dijadikan refrensi awal.  dalam setiap percobaan mesin diberi beban berupa kerupuk yang akan diris agar hasilnya sesuai dengan keinginan dan percobaan ini bisa dijadikan identifikasi plant. Adapun putaran yang pas untuk mesin pengiris kerupuk udang ini yang paling pas adalah 50% dari pwm 255 yaitu 127.5 dengan Rpm 66,2. dengan putaran ini pisau mampu mengiris kerpuk mendekati sempurna dan motor memberikan respon yang cukup bagus daripada putaran diatas dan dibawahnya.

c)       Untuk menerapkan PID pada kecepatan motor pisau pengiris diperlukan terlebih dahulu percobaan berulang-ulang mesin pengiris sebelum dikontrol untuk membaca karakter kerja mesin, karena setelah dilakukan pengambilan data berulang-ulang ternyata kontrol tidak begitu berfungsi  bahkan bisa dikatakan hampir tanpa kontrol, mesin sudah berfungsi dengan bagus.

5.2. Saran

Dari kesimpulan diatas, ada beberapa saran dari kegiatan proyek akhir ini adalah :

  1. Dalam merancang mesin pengiris kerupuk udang otomatis ini diperlukan pegetahuan ilmu mekanik agar tidak terjadi kesalahan seperti yang dialami teman-teman lainnya. Menghindari pembengkakan pengeluaran.
  2. Dalam mendisen encoder sebaiknya lubang jangan terlalu banyak, karena terkadang akan menimbulkan eror.
  3. Sebelum merancang PID sebaiknya mengumpulkan data tanpa kontrol terlebih dahulu untuk membandingkan kerja mesin setelah dan sebelum dikontrol.

*******************


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s